Untuk menghabiskan libur lebaran, ayah saya mengajak kami sekeluarga untuk pergi ke Pulau Pahawang dan Teluk Kiluan. Kedua pulau tersebut berlokasi di Lampung sehingga tidak terlalu jauh dari Jakarta.
Berdasarkan nomor yang didapatkan dari internet, kami menghubungi beberapa EO (atau travel agent? Mari kita sebut sebagai EO aja ya) yang bisa mengakomodasi perjalanan kami. Nggak harus pakai EO sih, supaya praktis aja. Akhirnya kami memilih Mas Rifky karena paket yang ditawarkan paling cocok dan paket harga yang ditawarkan reasonable.
Itinery
Hari Pertama (30 Juli 2014)
Berangkat dari Jakarta Ke Lampung
Menginap di Bandar Lampung
Hari Kedua (31 Juli 2014)
08:00 Sampai di Pelabuhan Ketapang, pakai alat snorkeling
09:00 Snorkeling di tiga titik: Pahawang, Kelagian Kecil, dan Kelagian Besar
12:00 Makan Siang
14:00 Kembali ke Ketapang untuk mandi
15:00 Berangkat ke Kiluan
18:00 sampai di Kiluan, istirahat
Hari Ketiga (1 Agustus 2014)
06:00 Minum teh, pakai alat pelampung, dan siap-siap untuk wisata dolphin
07:00 Wisata dolphin
09:30 Wisata keliling Candi dan Pulau Kiluan/Kelapa
11:00 Kembali ke penginapan untuk ishoma
13:00 Wisata Laguna
15:00 Kembali ke penginapan untuk mandi dan istirahat
18:00 Persiapan barbeque dan makan malam
Hari Keempat (2 Agustus 2014)
08:00 Wisata Pantai Pasir Putih
12:00 Check out
--
Karena ada urusan mendadak, kami baru berangkat dari Jakarta jam 9 pagi. Meskipun sudah lewat arus mudik, ternyata kapalnya tetap penuh. Kali ini kami mendapatkan kapal dengan kualitas yang buruk. Gerah, penuh, dan lebih lambat daripada kapal yang biasa digunakan. Kami akhirnya duduk di ruangan VIP yang ber-AC meskipun AC-nya juga nggak dingin. Yang penting nggak ada bau rokok. Seperti bagian-bagian kapal lainnya, ruangan kami cukup penuh hingga kami harus duduk di lantai karena seluruh kursi sudah terisi penuh.
Akhirnya kami sampai di Bakauheni jam 3.15 sore, dan tiba di Bandar Lampung sekitar pukul 6. Karena monster-monster di perut sudah bergejolak, kami mampir ke Bakso Sony, kedai bakso paling terkenal di Lampung. Baksonya enak dan cukup terjangkau (Rp 15.000), namun tempatnya penuh dan memang kurang nyaman untuk duduk berlama-lama.
Sesuai rencana awal, kami akan bermalam di Bandar Lampung sebelum memulai liburan keesokan harinya. Kami membutuhkan hotel yang nyaman namun terjangkau karena kami hanya akan menetap sampai jam 6 pagi. Berdasarkan referensi dari internet, kami memutuskan untuk menginap di Harion Hostel. Kamarnya luas, nyaman, bersih, baru, tapi sangat terjangkau. Recommended banget buat yang butuh tempat bermalam di Lampung.
Prepare & Expect
- Meskipun tidak sedang peak season, usahakan untuk naik kapal Merak-Bakauheni dini hari. Paling siang jam 5 dari Jakarta lah. Selain lebih sepi, cuaca pagi juga lebih sejuk sehingga perjalanan akan jadi lebih nyaman.
- Siapkan makan siang / sarapan untuk di kapal. Kami sih biasanya beli nasi padang, lalu makan di kapal dengan dialasi piring atau tempat makan yang juga sudah disiapkan.
- Kalau tidak punya mobil pribadi, EO biasanya menyediakan jasa penjemputan dari Jakarta.
- Untuk mengantisipasi kapal yang penuh, siapkan tikar plastik kecil (atau setidaknya koran bekas) sebagai alas duduk.
Spending
- Tiket kapal Merak-Bakauheni: 275.000 per mobil
- Tiket ruangan VIP / AC: Rp 8.000 per orang
- Penginapan: Rp 250.000 per kamar per hari
- Makan siang dan makan malam
- Paket wisata Pahawang-Kiluan: Rp 700.000 per orang (sudah all-in untuk 3 hari 2 malam).
Rifky (085368236213)


No comments:
Post a Comment