Wednesday, August 6, 2014

Lampung 02: Perjalanan Penuh Liku dari dan ke Kiluan

Sebenarnya jam 2:30 sore kami sudah siap berangkat ke Kiluan dari Ketapang. Namun, Bu Asih dan beberapa pemandu wisata tidak menyarankan kami untuk berangkat ke sana dengan menggunakan mobil kami (grand livina yang sudah dipasangi body kit), karena menurut mereka mobil kami terlalu rendah untuk medan yang cukup berat. Sejak awal, adik saya juga khawatir kalau ban mobil kami nanti nge-spin, karena ban kami tipe rally (kasar), bukan tipe off-road. Karena rental mobil sudah tidak tersedia, kami akhirnya kembali ke Bandar Lampung untuk meminjam mobil saudara. Syukurlah ada mobil yang bisa dipinjam, meskipun kami jadi baru berangkat ke Kiluan jam 4 sore dari Pelabuhan Ketapang.

Lokasi Kiluan dari Pulau Sumatera dan Jawa

Kali ini perjalanan kami tidak dipandu Waze karena Kiluan bahkan belum ada di Waze dan sinyal internet serta GPS sudah hilang sejak meninggalkan Ketapang. Tapi tidak sulit mencarinya, lurus saja dari Ketapang dan perhatikan papan penunjuk jalan yang ada. Jam lima sore, atau sekitar dua jam perjalanan dari Bandar Lampung (setelah melewati POM Angkatan Laut), jalanan mulai jelek. Jalanannya beraspal, namun sudah rusak. Di beberapa titik juga ada bebatuan yang cukup besar dan genangan air. Untungnya mobil kijang yang kami pinjam menggunakan ban tipe off-road dan sudah sedikit dimodifikasi, jadi guncangannya tidak terlalu heboh, meskipun tetap terasa.





Pukul 06:24 sore kami melewati Desa Bawang. Jalanannya mulai bagus. Oleh EO, kami diminta untuk mencari tugu Selamat Datang di Kiluan. Karena sibuk mencari tugu dan jalanan lurus-lurus aja, kami sempat nyasar karena ternyata ada satu persimpangan kecil yang mengharuskan kami belok ke kanan, namun petunjuk arahnya tidak terlihat jelas. Akibatnya, perjalanan kami jadi 30 menit lebih lama. Kami pun harus memutar arah di antara jurang, dengan bantuan senter sebagai penerang. Nyasar, gelap, medannya berat. It better be worth it!

Setelah berulang kali menelpon EO dan pemilik penginapan serta bertanya kepada warga sekitar, akhirnya kami sampai di Kiluan pukul 07:30 malam. Karenanya, ketika pergi, perjalanan menuju Kiluan kami tempuh dalam waktu 3 jam dari Pelabuhan Ketapang atau 4 jam dari kota Bandar Lampung (sudah dikurangi waktu nyasar). Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh, tidak sampai 100 km, namun jalanan yang sangat buruk membuat kecepatan mobil kami seringkali tidak bisa beranjak dari 20 km/jam, apalagi adik saya juga belum terbiasa menyetir mobil pinjaman yang bertransmisi manual. Dari 4 jam yang kami tempuh dari Bandar Lampung, 2 jam-nya digunakan untuk menempuh jalanan yang buruk. Ketika perjalanan pulang, adik saya sudah lebih pede (dan ngebut) saat menyetir, sehingga kami sampai di Bandar Lampung hanya dalam waktu 3 jam 15 menit.

Kami menginap di Desa Bandung Jaya, tepatnya di penginapan (bukan homestay) milik Pak Rusdi. Penginapannya cukup nyaman meskipun sederhana. Lantainya dari semen yang dilapisi dengan tikar plastik. Dindingnya dari kayu. Kamarnya cukup besar, berisi dua kasur ukuran 1,8 x 2 meter dan empat bantal. Satu kamar cukup untuk menampung 4 hingga 10 orang, tergantung tingkat kenyamanan yang diinginkan. Kami malah hanya bertiga sekamar.








Menginap di Desa Bandung Jaya (1A) bisa jadi opsi jika kenyamanan adalah faktor utama. Airnya bersih, listriknya selalu ada 24/7, dan pemandangannya bagus karena terasa rumahnya menghadap laut, meskipun bukan pantai. Makanan yang disajikan juga enak, apalagi ikan bakar lemadangnya. Karakteristik serupa juga bisa ditemui jika menginap di dekat Teluk Haur (1B).

Peta akomodasi Kiluan


Opsi kedua adalah menginap di Pulau Kelapa (2). Hanya ada satu penginapan sederhana, atau bisa gelar tenda untuk berkemah kalau mau lebih hemat lagi. Hanya cukup bayar biaya sewa tenda, atau bawa sendiri dari rumah. Namun, jika menginap di Pulau Kelapa, tidak ada air bersih dan akses listriknya terbatas. Opsi selanjutnya adalah menginap di ujung pulau (3; masih Pulau Sumatera, namun hanya bisa ditempuh dengan kapal), karena masih ada akses air dan listrik namun juga menghadap ke pantai. 

Prepare & Expect
  1. Pastikan mobil yang digunakan cukup tinggi (bukan sedan atau semi-sedan, apalagi kalau sudah dipasang body kit) supaya nggak nyangkut. Sepanjang jalan saya sempat melihat Jazz dan March sih, silahkan aja naik mobil kecil kalau mau nekat. Tapi kalau mau cari aman, gunakanlah MPV.
  2. Karena jalanan berbatu dan cukup naik-turun, lebih bagus lagi kalau mobilnya menggunakan ban tipe off-road, bukan tipe rally, supaya bannya tetap bisa berputar meskipun melewati bebatuan (tidak nge-spin).
  3. Pastikan bensin terisi penuh, karena pom bensin terdekat hanya ada di dekat Pelabuhan Ketapang, yaitu sekitar 2-3 jam dari Kiluan. Sepanjang jalan menuju Kiluan hanya ada yang menjual bensin eceran.
  4. Karena tidak terdeteksi di Waze atau Google Maps, perhatikan penunjuk jalan dengan baik. Ternyata ada satu keluarga lagi yang juga tersesat di titik yang sama dengan kami, karena tidak memperhatikan perempatan terakhir sebelum tiba di Tugu Kiluan. Hati-hati ya, perempatan tersebut terletak di pasar di Desa Bawang, dan ada warung telkomsel dengan warna merah (dari sana belok Kanan, Kiluan hanya sekitar 5 kilometer lagi).
  5. Sebaiknya berangkat maksimal jam 2 sore dari Bandar Lampung supaya bisa sampai di Kiluan sebelum maghrib. Jalanan sangat gelap di malam hari, dan cukup seram karena di beberapa titik ada jurang di kanan/kiri jalan. Berangkat siang juga akan mengurangi kemungkinan nyasar. 
  6. Pastikan sudah memesan kamar di Kiluan sebelum kedatangan, apalagi jika sedang musim liburan. Pak Rusdi bercerita bahwa ada 7 mobil yang datang dan tidak mendapatkan penginapan di hari itu. Bayangkan, sudah menempuh 4 jam perjalanan dengan jalanan yang jelek tapi harus kembali karena tidak dapat penginapan!
  7. Tanya kondisi penginapan secara detil ketika memesan kamar melalui pemilik penginapan atau EO, supaya lebih siap.
  8. Kasur dan bantal yang tersedia di penginapan cukup keras. Kalau agak rewel soal tidur, lebih baik siapkan bantal cadangan di mobil supaya bisa tidur lebih nyenyak.
Spending (termasuk dalam paket wisata Pahawang-Kiluan)
  • Penginapan: Rp 250.000 per kamar
  • Makan: Rp 20.000 per orang sekali makan

Additional Spending
  • Kelapa muda: Rp 5.000 per buah

Contact Person

Pak Rusdi (085377504156)

Nomor telepon para pemilik penginapan di Kiluan

No comments:

Post a Comment

< >